Kim Jong-un Masih Bungkam Usai Donald Trump Kalah Pemilu Amerika 2020

Pimpinan Korea Utara Kim Jon-un masih bungkam berkaitan berita kekalahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di pemilu AS 2020. Korut nampaknya masih mengawasi pemilu AS dengan berhati-hati.

Disampaikan Yonhap, Selasa (10/11/2020), beberapa media Korut terlihat masih bungkam sampai Senin 9 November 2020. Tetapi, Korut umumnya benar-benar tidak selamanya cepat memberi respon hasil pemilu AS.

Presiden Trump sampai sekarang belum menyerah kalah serta masih ambil langkah hukum.

Jalinan Donald Trump serta Kim Jong-un relatif dekat, walau awalannya pernah sama-sama mengejek. Sepanjang memegang, Trump telah 3x berjumpa Kim, yaitu di Singapura, Vietnam, serta tepian Korea Utara.

Presiden Donald Trump ialah presiden pertama kali dalam riwayat AS yang bertandang ke Korea Utara pada 30 Juni 2019.

Yonhap menyebutkan Korea Utara kemungkinan lebih mencintai Donald Trump di masa dua sebab Joe Biden benar-benar gawat pada Korea Utara. Joe Biden pun tidak ketarik dengan diplomasi dengan negara itu.

Tahun kemarin, Korea Utara serta Joe Biden pernah berganti ejekan. Biden menyebutkan Kim Jong-un selaku “preman”, sesaat Korut menyebutkan Biden selaku “orang bodoh dengan IQ rendah.”

Ahli Korea Utara menyebutkan bungkamnya Korea Utara sebab menimbang jalinan pertemanan dengan Donald Trump.

“Utara nampaknya masih bungkam dengan alasan jalinan berteman yang mereka bangun dengan Trump serta kelihatannya menanti penyeleksian Biden supaya diverifikasi, dan mendalami bagaimana sekutunya yaitu China serta Rusia memberi respon hasil ini,” tutur Yang Moo-jin, profesor dari University of North Korean Studies.

Medium China telah mengulas kemenangan Donald Trump, tetapi Rusia pilih menanti hasil sah pemilu 2020.

Yang Moo-jin menambah jika penyeleksian Biden telah diverifikasi, peluang medium Korea Utara akan minta AS untuk hentikan peraturan yang keras pada Korea Utara.

Tidak ada laporan berkenaan rutinitas khalayak Kim Jong-un semenjak 21 Oktober. Waktu itu, Kim berkunjung pusara tentara China di Provonsi Pyongan Selatan.

Tanggapan paling cepat Korea Utara pada pemilu AS ialah pada 2008 saat Barack Obama menang menantang John McCain.

Saat Obama dipilih kembali pada 2012, Korea Utara baru memberikan laporan kemenangan Obama empat hari setelah itu.

Waktu Trump meraih kemenangan di 2016, medium Korut menyampaikannya 2 hari selanjutnya, tetapi tiada menyebutkan nama Donald Trump.

Habis keluar selaku juara pemilihan presiden AS 2020, Joe Biden berikan pidato kemenangan di Delaware AS hari Sabtu (7/11). Dia juga berikan pesan spesial untuk beberapa simpatisan Donald Trump.

error: Content is protected !!